RINGKASAN KAJIAN BADA DZUHUR
MASJID NURUS SYIFA BADAN PPSDM KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI
SENIN, 26 MARET 2018
8 RAJAB 1439 H
HAKIKAT IBADAH
USTADZ ABDUL BARR KAISINDA
(Alumni Daarul Haditz, Dammaj, Yaman)

Allah SWT berfirman:

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 5)

Itulah ikrar yang selalu dibacakan pada saat shalat sesuai lisan dan hati kita.
Dan sering kita mendengar pada khutbah jumat,
Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Jangan sampai salah mengartikan ibadah, ibadah bukan hanya ketika mendengarkan panggilan adzan pergi ke mesjid, atau ibadah identik dengan rukun islam saja.
Ibadah mencakup sangat luas, Satu kali 24 jam, bisa di isi dengan ibadah.

Rasulullah bersabda:
Iman itu ada 70 sekian cabang, yang dimaksud iman itu ibadah.
Yang paling tinggi memeprsaksikan dengan lisan dan hatinya bahwa yang berhak diibadahi adalah hanya Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah,
Menyingkirkan gangguan dijalan adalah iman paling rendah, dan rasa malu adalah bagian dari iman.
Ibadah mencakup seluruh aktifitas sehari kita mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali.

Pembagian ibadah :
1. Ibadah lahiriah : ibadah lisan dan anggota badan
2. Ibadah batiniah : ibadah dilakukan hati kita : sabar, tawakal, niat, ikhlas, ridho. Ini intinya ibadah yang membedakan antara sahabat dan kaum munafikin. Sahabat ditempatkan disurga sedangkan munafikin ada dalam neraka, secara lahiriah sama-sama melakukan jihad, shalat dan lain

Ibadah adalah semua perkara perbuatan yang dicintai Allah, baik perkataan dan perbuatan secara lahiriah dan batiniah.
Rugi kalau kita memaknai ibadah hanya rukun islam yang lima saja.

Kata seorang Tabiin yang mulia :
Tidaklah dikatakan Abubakar lebih mulia dengan sahabat lainnya bukan karena banyak puasanya, shalatnya, bukan karena jihadnya,tapi karena sesuatu yang ada dalam hatinya, yaitu karena kekuatan yakin dan ikhlasnya. Kalau mengukur ibadah dengan lahirnya bisa sama.

Rasulullah bersabda:
Kalau dari kalian bersedekah emas sebesar gunung uhud tidak akan bisa menandingi sedekahnya Abdurahhman Bin Auf walaupun beliau sedekah segenggam emas.
Hadis ini menerangkan bahwa Abdurahman Bin Auf begitu ikhlas dan yakinnya kepada Allah dalam bersedekah.

Tiga Komponen yang membuat ibadah diterima atau tidaknya:
1. Mahabbah : sejauh mana rasa cinta kepada Allah
2. Khauf: seberapa jauh rasa takut kita kepada Allah
3. Arroja : seberapa jauh kita mengharapkan Allah

Dalam Surat Al-Isra 56-57 menerangkan tiga komponen pokok ibadah tersebut.

Seseorang berIbadah itu seperti burung ; Kepalanya sebagai Mahabah, sayap kanan dan kirinya Khauf dan Arroja. Tidak bias dipisahkan.

Jangan sampai Ibadah kita hanya berdasarkan satu komponen saja :
1. Zindik: hanya beribadah hanya karena rasa cinta saja, ujungnya merasa menyatu dengan Allah
2. Khawrij/Haruriy : Beribadah hanya didasarkan karena rasa takut, timbulnya putus asa
3. Murjiah :Berbadah hanya berdsarkan rasa harap saja.

Ibadah itu ada dua sisi:
1. Melaksanakan perintahnya
2. Menjauhi larangannya

Allah berfirman :
Bersegeralah menuju pengampunan Allah menuju Surga Allah bagi orang-orang yang bertaqwa : yaitu orang-orang yang bersedakah kala lapang dan sempit, dan orang-orang yang bisa menahan amarah.

Wallahu a’lam.
DKM NURUS SYIFA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *